STIKES ISFI Banjarmasin Perkuat Soft Skill Peneliti Muda melalui workshop laboratorium
13 March 2026 | Intan | 142 kali dilihat
Banjarmasin | STIKES ISFI News. Kemampuan teknis di laboratorium tidak hanya soal memahami mesin, tetapi juga tentang melatih kesabaran, ketelitian, dan integritas seorang peneliti. Menyadari hal tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Orange Campus Research and Development STIKES ISFI Banjarmasin menggelar Workshop Spektrofotometri dan Mikrobiologi pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengasah soft skill mahasiswa agar lebih siap dan tangguh dalam menghadapi tantangan riset, terutama menjelang penyusunan skripsi.
Ketua UKM Orange Campus Research and Development, Tiara Ilmi Sabrina, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk melatih rasa percaya diri dan kemandirian di laboratorium. Dengan penguasaan alat yang mumpuni, mahasiswa diharapkan memiliki mentalitas peneliti yang kritis dan disiplin, sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sesi pertama yang berfokus pada Spektrofotometri dipandu oleh apt. Senya Puteri Amelia, M.Farm. di Ruang 2. Di sini, mahasiswa tidak hanya diajarkan rumus Hukum Lambert-Beer, tetapi juga ditekankan pada pentingnya akurasi dalam persiapan sampel. Ketelitian dalam setiap tetes larutan menjadi kunci utama yang membentuk karakter mahasiswa agar lebih detail dalam bekerja.
Setelah sesi materi, Ibu Dhelsy membimbing mahasiswa dalam simulasi langsung di Laboratorium Kimia. Dalam sesi ini, mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis dalam menginterpretasikan hasil pengukuran instrumen. Proses ini melatih kemampuan problem solving ketika hasil yang didapat di layar alat tidak sesuai dengan ekspektasi teori, sebuah keterampilan mental yang sangat dibutuhkan oleh seorang sarjana farmasi.
Secara paralel di Laboratorium Mikrobiologi, Muhammad Ma’ruf, M.Farm. memimpin workshop yang sangat menekankan pada kedisiplinan tingkat tinggi. Mahasiswa dilatih menguasai teknik steril dan aseptis yang menuntut fokus penuh. Ketahanan mental mahasiswa diuji melalui metode sumuran dan analisis zona hambat, di mana setiap langkah kerja harus dilakukan dengan penuh kesabaran agar tidak terjadi kontaminasi.
Sesi simulasi praktikum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemandirian dalam mengoperasikan alat-alat mikrobiologi. Diskusi yang dinamis antara narasumber dan peserta bukan sekadar tanya jawab teknis, melainkan proses transfer mentalitas kerja yang profesional, bersih, dan sistematis.
Kegiatan yang berlangsung intensif ini ditutup dengan prosesi penyerahan sertifikat dan penandatanganan berita acara sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para narasumber. Momen foto bersama antara panitia, peserta, dan pemateri menjadi simbol sinergi dalam membangun generasi peneliti yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kerja yang kuat.
Melalui workshop ini, STIKES ISFI Banjarmasin melalui UKM Orange Campus Research and Development menegaskan bahwa bekal skripsi yang sesungguhnya adalah perpaduan antara kecakapan tangan dan ketangguhan mental. Mahasiswa diharapkan membawa pulang semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih teliti, mandiri, dan profesional dalam setiap langkah studinya.(wps2026)
info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/