Pangan Lokal Naik Kelas Lewat Inovasi Tepung MOCAF dan Pendampingan Masyarakat
12 May 2026 | Intan | 173 kali dilihat
KABUPATEN BANJAR | STIKES ISFI News. Komitmen dosen dalam menghadirkan ilmu yang berdampak langsung kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh dosen STIKES ISFI Banjarmasin, Apt. Dwi Rizki Febrianti, M.Farm., C.Herbs, yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Magister Farmasi Universitas Lambung Mangkurat pada 9 Mei 2026 di Desa Awang Bangkal Barat, Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusias tersebut melibatkan ibu-ibu PKK desa setempat sebagai peserta utama. Tidak sekadar menjadi agenda edukasi biasa, kegiatan ini hadir sebagai upaya nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk memanfaatkan pangan lokal menjadi produk sehat, inovatif, sekaligus bernilai ekonomi.
Dalam pemaparannya, apt. Dwi Rizki Febrianti, M.Farm., C.Herbs yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I STIKES ISFI Banjarmasin membawakan materi mengenai pemanfaatan singkong menjadi tepung MOCAF (Modified Cassava Flour). Tepung ini merupakan tepung singkong termodifikasi yang dikenal memiliki sifat gluten free dan indeks glikemik lebih rendah dibandingkan tepung terigu.
Ia menjelaskan bahwa tepung MOCAF memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan pangan alternatif yang lebih sehat sekaligus mampu menjadi peluang usaha berbasis potensi lokal masyarakat desa.
“Singkong merupakan bahan pangan yang mudah ditemukan dan memiliki potensi besar apabila diolah secara inovatif. Tepung MOCAF tidak hanya memiliki manfaat kesehatan, tetapi juga dapat menjadi peluang pengembangan UMKM berbasis pangan lokal,” jelasnya dalam sesi edukasi.
Materi yang disampaikan juga menyoroti bagaimana produk berbasis tepung MOCAF dapat dikembangkan menjadi berbagai olahan pangan modern dengan nilai jual yang lebih tinggi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh wawasan kesehatan, tetapi juga peluang peningkatan ekonomi keluarga melalui usaha rumah tangga dan UMKM.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini turut dihadiri oleh Kaprodi Magister Farmasi Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. apt. Sutomo, M.Sc., serta narasumber lainnya, Prof. Dr. Arnida, M.Sc. Bersama tim dosen dan mahasiswa Magister Farmasi S2 ULM, mereka memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat terkait pengolahan pangan lokal yang inovatif dan berkelanjutan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan tanya jawab dari peserta. Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat tinggi, terutama ketika membahas peluang pengembangan produk pangan sehat berbahan dasar singkong yang dinilai mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Anyar Bangkal Barat mampu mengembangkan keterampilan pengolahan tepung MOCAF menjadi produk pangan sehat dan kreatif, sekaligus membuka peluang usaha mandiri berbasis potensi lokal yang dapat mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.(wps2026)
info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/