Eksplorasi Kandidat Obat dari Hutan Gambut Jadi Bahasan Kuliah Tamu
10 May 2026 | Intan | 224 kali dilihat
Palangka Raya | STIKES ISFI News. Kolaborasi akademik antarperguruan tinggi kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah tamu antara STIKES ISFI Banjarmasin dan Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya ini menghadirkan dosen STIKES ISFI Banjarmasin, apt. Tedi Rustandi, M.Farm, sebagai narasumber utama.
Kuliah tamu tersebut mengangkat tema “Eksplorasi Kandidat Obat dari Hutan Gambut”, sebuah topik yang menyoroti besarnya potensi ekosistem hutan gambut Kalimantan sebagai sumber pengembangan obat modern berbasis bahan alam. Kegiatan ini dimoderatori oleh apt. Rika Arfiana Safitri, M.Farm, dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dan dihadiri oleh dosen serta mahasiswa DIII Farmasi.
Dalam pemaparannya, apt. Tedi Rustandi menjelaskan bahwa hutan gambut Kalimantan merupakan ekosistem unik dengan karakteristik tanah kaya bahan organik, namun memiliki kadar oksigen rendah dan tingkat keasaman tinggi. Kondisi tersebut menjadikan hutan gambut sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati sekaligus penyimpan karbon organik terbesar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam dunia farmasi.
Tidak hanya membahas karakteristik ekosistem, materi kuliah tamu juga mengangkat pemanfaatan tanaman obat tradisional oleh masyarakat lokal, khususnya etnomedisin Suku Dayak di Kalimantan. Berbagai tanaman khas hutan gambut disebut memiliki potensi farmakologis, di antaranya kelakai (Stenochlaena palustris) untuk meningkatkan stamina, putat (Planchonia valida) untuk pengobatan bronkitis dan diabetes, hingga karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) yang dimanfaatkan sebagai obat malaria dan diabetes.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan inovasi teknologi eksplorasi mikroba menggunakan perangkat iChip, sebuah metode inkubasi mikroba secara langsung di habitat aslinya tanpa memindahkan sampel ke laboratorium. Teknologi ini dinilai mampu mempercepat proses penemuan mikroba potensial penghasil kandidat antibiotik baru.
Menariknya, apt. Tedi Rustandi juga menjelaskan bahwa pengembangan riset tersebut telah memasuki tahap hilirisasi melalui kerja sama dengan industri untuk pengembangan purwarupa teknologi eksplorasi skala pilot. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong komersialisasi hasil penelitian agar dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat dan dunia kesehatan.
Tidak hanya berhenti pada eksplorasi bahan alam, kuliah tamu ini juga memberikan gambaran mengenai tahapan pengembangan obat modern, mulai dari proses penemuan kandidat obat, uji preklinis, uji klinis, hingga tahap komersialisasi sesuai standar pengembangan obat internasional.
Pelaksanaan kuliah tamu berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Diskusi mengenai potensi hutan gambut sebagai sumber inovasi obat baru menjadi salah satu topik yang paling menarik perhatian mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi akademik yang semakin kuat antarperguruan tinggi, sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai potensi besar kekayaan hayati Indonesia dalam pengembangan ilmu farmasi dan kesehatan di masa depan.(wps2026)
info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/