Angkat Potensi Alam Kalimantan, Mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin Sabet Juara 1 Lomba Video Inovasi Nasional
24 January 2026 | Intan | 10 kali dilihat
Banjarmasin | STIKES ISFI NEWS. Jumat (23/1/2026) menjadi momen membanggakan bagi civitas akademika STIKES ISFI Banjarmasin. Tim mahasiswa Program Studi D3 Farmasi sukses menorehkan prestasi nasional dengan meraih Juara 1 Lomba Video Inovasi Kreatif Berbasis Bahan Alam dalam ajang Inov Kreatif Vol. 3 Raksa 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Lomba tingkat nasional ini mengusung tema “Living Lab of Nature: Eksperimen Kreatif untuk Inovasi Berbasis Bahan Alam”, dan terbuka bagi siswa SMA/SMK serta mahasiswa D3–S1 Farmasi dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini bertujuan mendorong lahirnya ide-ide inovatif berbasis potensi alam dengan pendekatan ilmiah, kreativitas visual, serta kepedulian terhadap isu keberlanjutan. Karya peserta dinilai melalui tahapan seleksi video, presentasi, hingga penentuan pemenang yang diumumkan pada akhir Januari 2026.
Dalam ajang tersebut, tim mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin yang terdiri dari Rahmad Hidayat, Anwar Halim, M. Bambang Firdaus, Putri Aulia, dan Ridho Alfarizi tampil menonjol melalui karya video yang mengangkat potensi bahan alam lokal Kalimantan. Mengusung konsep living lab of nature, video ini berhasil memadukan kajian kefarmasian, pesan edukatif, serta gaya penyampaian yang dekat dengan generasi Z.
Ketua tim, Rahmad Hidayat, menjelaskan bahwa ide utama karya mereka lahir dari keinginan untuk menunjukkan bahwa bahan alam yang sering dianggap biasa memiliki potensi besar jika dikembangkan secara ilmiah dan berkelanjutan.
“Tema ini sangat dekat dengan identitas daerah kami dan latar belakang sebagai mahasiswa kesehatan. Selain itu, isu keamanan produk perawatan kulit dan keberlanjutan lingkungan juga menjadi alasan kuat kami mengangkat konsep ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar selama proses produksi adalah menyatukan substansi ilmiah dengan visual video agar tetap menarik dan mudah dipahami. Keterbatasan durasi dan waktu produksi diatasi melalui diskusi intensif, pembagian tugas yang jelas, serta pendekatan trial and error hingga tercipta alur cerita yang sederhana namun kuat.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan dosen. apt. Desy Ayu Lestari, S.Farm., M.Si., selaku dosen pembimbing, menyampaikan bahwa perannya lebih difokuskan pada pengarahan konseptual dan teknis penyajian ide, khususnya dalam membangun konteks permasalahan sejak awal video.
“Kami mendorong mahasiswa untuk menyampaikan isu secara kontekstual dan berbasis data, namun tetap dikemas dengan gaya komunikasi yang dekat dengan karakter generasi Z,” jelasnya.
Proses pendampingan juga melibatkan kolaborasi dengan dosen lain, di antaranya apt. Muhammad Hafizh AFF, M.Farm. Menurut apt. Desy, ide dan konsep karya dikembangkan secara bersama-sama, dengan mahasiswa sebagai eksekutor utama dan dosen berperan sebagai pengarah serta penguat akademik.
Dari sisi penilaian, karya mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin dinilai unggul karena tidak hanya kreatif secara visual, tetapi juga kuat secara ilmiah. Penyampaian pesan berbasis data serta keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi nilai tambah yang membedakan karya ini dari peserta lain.
Atas capaian tersebut, dosen pendamping berharap mahasiswa tidak cepat berpuas diri.
“Semoga prestasi ini menjadi bekal dan motivasi untuk terus berkarya, mengikuti kompetisi di level yang lebih tinggi, bahkan hingga internasional,” harapnya.
Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen STIKES ISFI Banjarmasin dalam menumbuhkan budaya riset, inovasi, dan kreativitas mahasiswa berbasis keilmuan farmasi dan kearifan lokal. Kampus berharap semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi dan membawa nama STIKES ISFI Banjarmasin bersaing di tingkat nasional maupun global.(wps2026)