Penelitian dan Inovasi Kegiatan Kampus Workshop

Perkuat Peran Dosen Pendamping, STIKES ISFI Banjarmasin Bidik Prestasi Tembus PIMNAS 2026

21 January 2026 | Intan | 11 kali dilihat


BANJARMASIN | STIKES ISFI NEWS. Langkah strategis diambil oleh STIKES ISFI Banjarmasin dalam mengawali tahun 2026 dengan memperkuat kualitas riset dan kreativitas mahasiswanya. Pada hari Selasa, 20 Januari 2026, kampus ini menyelenggarakan kegiatan Workshop dan Review Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan tajuk yang sangat inspiratif, yakni “Gali Ide, Asah Gagasan, Raih Prestasi dan Sukses PKM Nasional 2026”. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini menjadi momentum penting bagi institusi untuk menyelaraskan visi menuju panggung ilmiah tertinggi di Indonesia.

Acara yang dipusatkan di lingkungan kampus STIKES ISFI Banjarmasin ini secara resmi dibuka oleh Ketua STIKES ISFI Banjarmasin, Ibu apt. Erna Prihandiwati, S.F., M.Farm. Dalam arahannya sebelum memasuki sesi inti, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya dedikasi dosen dalam mengawal setiap ide kreatif yang muncul dari mahasiswa. Beliau berharap melalui workshop ini, atmosfir kompetisi ilmiah di kampus semakin meningkat, sehingga mampu melahirkan inovasi-inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga solutif bagi permasalahan di masyarakat.

Pusat perhatian dalam workshop ini tertuju pada kehadiran sosok pakar yang sangat berpengalaman di kancah PKM dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), yaitu Bapak Eko Hari Parmadi, S.Si., M.Kom. Dosen tetap dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tersebut hadir untuk membedah secara tuntas strategi memenangkan kompetisi PKM. Dalam sesi yang dipandu oleh Ibu apt. Desy Ayu Lestari, S.Farm., M.Si selaku moderator, Bapak Eko berbagi pandangan mengenai dinamika PKM yang terus berkembang, terutama mengenai kriteria ketat yang diterapkan oleh tim reviewer nasional.

Alih-alih menyasar mahasiswa secara langsung, kegiatan hari ini secara khusus dihadiri oleh seluruh dosen STIKES ISFI Banjarmasin. Keputusan ini diambil agar para dosen memiliki bekal yang kuat dan pemahaman yang mendalam sebelum mereka terjun langsung mendampingi mahasiswa. Dalam pemaparannya, Bapak Eko secara tegas mengingatkan bahwa dosen pendamping wajib memiliki pengetahuan yang tepat dan mumpuni mengenai mekanisme PKM itu sendiri. Menurut beliau, pemahaman yang baik terhadap alur dan aturan main kompetisi sangat diperlukan agar mahasiswa dapat lebih terarah dalam menyusun proposal, sehingga tidak terjadi kesalahan fatal di tengah jalan.

Bapak Eko juga menjelaskan secara terperinci mengenai esensi dari PKM serta berbagai tantangan teknis yang sering kali menjadi penghambat kelolosan proposal. Ia menekankan bahwa peran dosen pendamping sangat krusial dalam menyelaraskan antara gagasan liar mahasiswa dengan regulasi yang ditetapkan oleh kementerian. Dosen diharapkan menjadi filter utama yang memahami setiap detail teknis dalam seluruh proses pengajuan, mulai dari tahap penggalian ide awal hingga proses submit di sistem nasional.

Melalui diskusi yang interaktif, para dosen diajak untuk melihat PKM bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sebuah peluang emas untuk mengharumkan nama institusi di level nasional. Dengan pembekalan yang matang dari pakar nasional ini, STIKES ISFI Banjarmasin optimis dapat meloloskan lebih banyak proposal berkualitas dan mencetak sejarah baru pada ajang PKM Nasional tahun 2026 mendatang. Pendampingan yang lebih terukur dan sistematis kini menjadi kunci utama bagi para dosen untuk mengantarkan mahasiswa mereka meraih medali di ajang PIMNAS.(wps2026)


Berita Lainnya


Gebrakan KKN STIKES ISFI: Dari Edukasi Obat hingga Solusi Air Bersih untuk Masyarakat Tatah Makmur

20 January 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Diskusi Kritis dan Game Edukatif Warnai Sosialisasi STIKES ISFI di SMAN 7 Barabai

17 January 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Ujian Speaking English Club STIKES ISFI, Ratusan Mahasiswa Tunjukkan Keberanian Berbahasa Inggris

17 January 2026 | Intan

Baca Selengkapnya