Refleksi

Saat Ilmu Diuji, Hati Ditempa : Sebuah Refleksi

06 January 2026 | Intan | 36 kali dilihat


Banjarmasin | REFLEKSI. Hari ini, ruang-ruang kelas di STIKES ISFI Banjarmasin terasa berbeda. Bukan karena sunyinya, tetapi karena kesungguhan yang memenuhi udara. Hari ini bukan sekadar jadwal akademik bernama Ujian Akhir Semester. Ia adalah sebuah momen perjumpaan : antara ikhtiar dan kejujuran, antara hafalan dan pemahaman, antara cita-cita dan kesabaran.

Ujian, pada hakikatnya, bukan hanya tentang soal-soal yang tertera di kertas. Ia adalah cermin yang memantulkan proses panjang: malam-malam belajar yang melelahkan, pagi-pagi yang dipaksa bangun dengan sisa kantuk, serta pilihan-pilihan kecil yang diambil setiap hari, untuk jujur, untuk disiplin, untuk bertanggung jawab. Di titik ini, ujian menjadi bahasa kehidupan yang paling jujur: ia tidak bisa ditipu, tidak bisa dipersingkat, dan tidak bisa dihadapi dengan setengah hati.

Allah SWT mengingatkan kita dengan firman-Nya yang begitu tegas dan menenangkan:

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata, ‘Kami telah beriman,’ sementara mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut: 2).

Ayat ini menegaskan satu kebenaran universal: tak satu pun manusia berjalan di dunia tanpa ujian. Ujian adalah sunnatullah, ia Adalah tanda cinta, sarana pendewasaan, dan jalan pemurnian niat.

Maka, ujian hari ini bukanlah hukuman. Ia adalah kesempatan. Kesempatan untuk membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari bukan sekadar untuk lulus, melainkan untuk membentuk karakter. Di dunia Kesehatan (tempat kalian akan mengabdikan diri) kejujuran bukan nilai tambahan, ia adalah fondasi. Ketelitian bukan sekadar tuntutan akademik, ia adalah amanah kemanusiaan. Kesabaran bukan kelemahan, ia adalah kekuatan seorang penolong kehidupan.

Ingatlah, hasil bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Proses yang jujur jauh lebih mulia daripada nilai yang tinggi tetapi lahir dari kecurangan. Karena pada akhirnya, dunia kerja dan pengabdian sosial tidak bertanya berapa IPK semata, tetapi siapa diri kita ketika diuji: apakah kita memilih jalan lurus saat tak ada yang melihat.

Di momen ini, tenangkan hati. Tarik napas, luruskan niat. Niatkan belajar sebagai ibadah. Niatkan ujian sebagai jalan syukur atas kesempatan menuntut ilmu. Karena ilmu yang diniatkan untuk kebaikan akan selalu menemukan jalannya, meski hasilnya mungkin tak selalu sesuai harapan sesaat.

Dan jika hari ini terasa berat, ingatlah satu janji langit yang tak pernah ingkar:

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6).

Bukan setelah kesulitan, tetapi bersama kesulitan itu sendiri. Artinya, pertolongan Allah berjalan seiring dengan usaha hamba-Nya.

Mari kita tutup refleksi ini dengan doa:

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi di hati hamba-Mu. Pada hari ini, kami serahkan ikhtiar kami kepada-Mu. Lapangkanlah dada para mahasiswa kami, jernihkan pikiran mereka, kuatkan ingatan mereka, dan jauhkan mereka dari rasa cemas yang melemahkan. Jadikanlah ujian ini sebagai sarana kebaikan, bukan sumber kegelisahan. Berikan mereka hasil terbaik menurut hikmah-Mu, dan tanamkan kejujuran serta amanah dalam setiap langkah hidup mereka. Jika hasilnya sesuai harapan, jadikan ia jalan syukur. Jika belum, jadikan ia jalan sabar dan bangkit. Tuntun kami semua menjadi insan berilmu yang rendah hati dan bermanfaat bagi umat.

Selamat menempuh ujian. Semoga Allah membersamai setiap usaha, menenangkan setiap hati, dan mengantarkan kalian pada kesuksesan yang utuh—di bangku kuliah, di STIKES ISFI Banjarmasin, di kehidupan, dan di hadapan-Nya. Amin..

Kayutangi, ditengah pasang meninggi, 06 Januari 2026 | yugs2026.


Berita Lainnya


Dialog Interaktif di SMAN 3, STIKES ISFI Banjarmasin Kupas Tuntas Dunia Kuliah Farmasi

07 January 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Tembus Batas Laboratorium: iChip dan Misi Penemuan Antibiotik Baru dari Lahan Gambut Kalimantan

06 January 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Tahun Baru, Harapan Baru: PSPPA STIKES ISFI Banjarmasin Siap Cetak Apoteker Unggul di 2026

02 January 2026 | Intan

Baca Selengkapnya