Berita dan Informasi

Sosialisasi Penerapan Model Pembelajaran Student Centered Learning (SCL) pada Pendidikan Tinggi Vokasi

29 March 2017 | Muhammad Amin | 1.750 kali dilihat


akfar isfi bjm

Pendidikan vokasi menjadi terobosan untuk mendorong pemenuhan kebutuhan dunia usaha atau industri. Perusahaan atau industri memerlukan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan program perusahaan atau industri. Para mahasiswa dalam pendidikan vokasi melalui proses pendidikan dimana penggunaan teknologi pembelajarannya berbasis praktek yang berorientasi pada kebutuhan dunia usaha atau industri. Lulusan pendidikan vokasi dapat melakukan proses adaptasi yang lebih pendek dalam dunia kerja dan bahkan langsung memahami dan melakukan pekerjaan sesuai kebutuhan industri. Pendidikan tinggi vokasi perlu menyiapkan teknologi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dunis usaha atau industri.

Pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2016, Kemenristek Dikti dengan difasilitasi oleh Kopertis Wilayah XI Kalimantan menyelenggarakan acara sosialisasi “Student Centered Learning (SCL) Pada Pendidikan Tinggi Vokasi” di Aula Kopertis Wilayah XI Kalimantan Banjarmasin. Pada acara tersebut Akademi Farmasi ISFI diwakili oleh Riza Alfian, S.Farm., M.Sc., Apt dan Aditya Maulana Perdana Putra, S.Farm., M.Sc., Apt.

Narasumber-narasumber pada acara tersebut menjelaskan bahawa teknologi pembelajaran pendidikan tinggi vokasi menjadi salah satu kunci strategis untuk terwujudnya pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas. Teknologi pembelajaran memegang peranan penting untuk terwujudnya pembelajaran bagi mahasiswa secara bermutu tinggi dan bermakna. Teknologi pembelajaran senantiasa diperbarui, adaftif, dan kontekstual dengan perkembangan zaman serta bersifat dinamis berkelanjutan. Pengembangan teknologi pembelajaran bersifat akomodatif untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang memiliki kualifikasi kebutuhan tenaga erja. Teknologi pembelajaran bagi mahasiswa harus berorientasi kepada penyediaan tenaga kerja profesional dan pemenuhan kebutuhan pasar Indonesia dan dunia. Hal ini tidak terkecuali untuk pendidikan vokasi.

Beragam pendekatan dalam pengembangan teknologi pembelajaran pendidikan tinggi perlu terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Sebagaimana amanah dalam Permen Ristekdikti NO.44 tahun 2015 tentang SN Dikti bahwa pembelajaran harus berfokus pada peserta didik atau dikenal dengan Student Centered Learning (SCL). Dalam pengembangan teknologi pembelajaran perlu mengacu kepada amanah SN Dikti ini. Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dan menjadi leading sektor untuk penanganan pembelajaran mahasiswa yang notabene adalah usia angkatan kerja dan mendidik mereka menjadi tenaga-tenaga kerja terampil, profesional, dan memiliki daya kompetitif tinggi. Peningkatan mutu pendidikan tinggi vokasi dan untuk maksud tersebut antara lain melalui pengembangan teknologi pembelajaran.

Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin akan senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu langkah yang sudah ditempuh adalah dengan menggunakan “Blended Learning Method”. Metode ini mengkombinasikan antara metode pembelajaran konvensional tatap muka dengan metode pembelajaran kelas maya dalam jaringan. Metode pembelajaran ini disukai oleh mahasiswa dan meningkatkan minat serta motivasi mahasiswa untuk belajar.

Berita Lainnya


Gemuruh Penutupan ISFI Cup 2026: SMAN 5 Banjarmasin Jadi Kampiun, Top Skor dan Best Player Diborong!

29 January 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Bidik Calon Nakes Unggul, Sosialisasi PMB Farmasi Bakar Semangat Siswa SMAN 4 Banjarmasin

27 January 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Gelorakan Semangat Sportivitas, ISFI Cup 2026 Sukses Sedot Perhatian Pelajar SLTA se-Kalimantan Selatan

27 January 2026 | Intan

Baca Selengkapnya