Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Perkuat Kualitas Soal OSCE Menuju UKOMNAS PDPA Berkualitas
29 July 2026 | Intan | 352 kali dilihat
Banjarmasin | STIKES ISFI News. STIKES ISFI Banjarmasin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan profesi apoteker dengan menjadi tuan rumah Pelatihan Penulisan Soal Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Uji Kompetensi Nasional Pendidikan Profesi Apoteker (UKOMNAS PDPA) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) pada 28–29 Juli 2026 di Aula STIKES ISFI Banjarmasin.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen STIKES ISFI Banjarmasin serta praktisi kefarmasian dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, meliputi puskesmas, rumah sakit, dan apotek. Kehadiran dosen dan praktisi dalam satu forum menjadi wujud kolaborasi antara dunia akademik dan dunia praktik dalam menghasilkan instrumen asesmen kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kefarmasian di lapangan.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yang merupakan pakar di bidangnya, yaitu Prof. Dr. apt. Lucy Sasongko, M.Si. pada bidang Pharmaceutical Science (PS), Dr. apt. Yosef Wijoyo, M.Si. pada bidang Social, Behavioral, and Administrative of Pharmacy (SBA), serta Prof. Dr. apt. Vitarani Dwi Ananta Ningrum, M.Si. pada bidang Clinical Science–Biomedical Science (CS-BS). Ketiganya memberikan pendampingan sekaligus berbagi pengalaman dalam penyusunan soal OSCE yang sesuai dengan standar Uji Kompetensi Nasional Pendidikan Profesi Apoteker.
Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip dasar penyusunan soal OSCE yang mampu mengukur kompetensi klinis calon apoteker secara objektif, valid, dan reliabel. Narasumber menjelaskan bahwa OSCE merupakan metode evaluasi yang dirancang untuk menilai kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai skenario praktik kefarmasian yang menyerupai kondisi nyata di fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain membahas teknik penyusunan soal, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam menyusun skenario kasus, menentukan indikator penilaian, menyusun checklist evaluasi, serta memastikan kesesuaian soal dengan capaian pembelajaran lulusan dan blueprint UKOMNAS PDPA. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan instrumen asesmen yang tidak hanya menguji aspek pengetahuan, tetapi juga keterampilan klinis, kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, serta profesionalisme calon apoteker.
Pelaksanaan pelatihan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, praktik penyusunan soal, telaah bersama, serta pemberian umpan balik langsung dari para fasilitator. Peserta dibimbing untuk menyempurnakan rancangan soal agar memenuhi standar kualitas asesmen yang berlaku secara nasional, sehingga dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran maupun persiapan Uji Kompetensi Nasional Pendidikan Profesi Apoteker.
Melalui kegiatan ini, STIKES ISFI Banjarmasin terus berupaya meningkatkan kapasitas dosen dan praktisi dalam mengembangkan sistem evaluasi pembelajaran yang berkualitas. Sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan praktisi pelayanan kesehatan diharapkan mampu menghasilkan lulusan apoteker yang kompeten, profesional, serta siap memberikan pelayanan kefarmasian yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.(wps2026)
info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/