Misi Penyelamatan Dokumen: Dari Manajemen Talenta hingga Teknik Restorasi Asam, Arsiparis Siap Beri Dampak
13 April 2026 | Intan | 131 kali dilihat
Surabaya | STIKES ISFI News. Di tengah tuntutan pengelolaan arsip yang semakin modern dan berbasis teknologi, peningkatan kompetensi tenaga kependidikan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi tenaga kependidikan STIKES ISFI Banjarmasin, Andi Nisfu Salsabila, S.AP, dalam hari ketiga Kegiatan Tendik Berdampak Bidang Arsiparis yang diselenggarakan di Kota Surabaya, bertempat di Universitas Airlangga, pada Rabu (8/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut menghadirkan sejumlah pemateri kompeten di bidangnya dengan fokus pada penguatan kompetensi manajerial, pengelolaan talenta, serta praktik restorasi dan pengelolaan arsip berbasis teknologi.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog, yang membawakan topik kompetensi manajerial dan sosial kultural. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Sistem merit menekankan pengelolaan ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil tanpa diskriminasi. Selain itu, dibahas pula konsep manajemen talenta yang berorientasi strategis untuk memastikan penempatan sumber daya manusia yang tepat sesuai kebutuhan organisasi.
Materi kedua disampaikan oleh Isnat Kusnanto dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur yang membahas tentang restorasi arsip. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa restorasi arsip merupakan upaya penting untuk menjaga dan memperbaiki arsip agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.
Kerusakan arsip dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor kimia seperti kandungan asam pada kertas, faktor fisik seperti suhu, kelembaban, dan cahaya, hingga faktor biologis seperti jamur dan serangga, serta faktor bencana seperti banjir dan kebakaran.
Selain menerima materi, peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan praktik langsung restorasi arsip. Kegiatan praktik meliputi pembersihan arsip, penetralan asam menggunakan metode basah dan kering, serta penguatan dokumen menggunakan kertas Jepang. Melalui praktik tersebut, arsip yang sebelumnya kotor dan rusak dapat diperbaiki sehingga menjadi lebih bersih, jelas, dan tahan lama.
Materi ketiga disampaikan oleh Kiswari, S.Sos, selaku Arsiparis Ahli Muda, yang membahas pengelolaan arsip secara manual maupun digital. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) berbasis Optical Character Recognition (OCR) dalam pengolahan arsip, termasuk praktik pembuatan aplikasi daftar arsip.
Rangkaian kegiatan hari ketiga ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur pemahaman peserta terhadap seluruh materi yang telah disampaikan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta, baik dari sisi manajerial, teknis restorasi arsip, maupun pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan arsip modern.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi tenaga kependidikan dalam pengelolaan arsip semakin meningkat sehingga mampu mendukung sistem administrasi yang efektif, tertib, dan berkelanjutan di lingkungan STIKES ISFI Banjarmasin.(wps2026)
info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/