Garda Terdepan Inovasi: Dosen STIKES ISFI Banjarmasin Raih Predikat Terbaik di Diseminasi Paten Kemenkumham
11 March 2026 | Intan | 152 kali dilihat
Banjarmasin | STIKES ISFI News. STIKES ISFI Banjarmasin terus mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap perlindungan kekayaan intelektual dan pengembangan teknologi. Pada Senin (9/3/2026), kampus ini turut menyukseskan agenda strategis bertajuk “Sinergi Pelayanan Paten untuk Mendorong Branding Wilayah Berbasis Inovasi dan Teknologi di Kalimantan Selatan” yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan di Hotel Aria Barito.
Keterlibatan STIKES ISFI dalam forum ini diwakili oleh dua akademisi farmasi, Muhammad Ma’ruf, M.Farm. dan apt. Anshar Timur Samudra, M.Farm. Kehadiran delegasi ini menjadi langkah nyata institusi dalam mengawal setiap luaran riset dosen dan mahasiswa agar memiliki legalitas hukum yang kuat serta daya saing di industri melalui skema hak paten.
Dalam diskusi diseminasi tersebut, para narasumber memberikan penguatan pemahaman teknis yang sangat vital bagi perguruan tinggi. Muthia Elma memaparkan secara detail mengenai Sistem Administrasi dan Tata Cara Permohonan Paten, di mana beliau menekankan bahwa paten bukan sekadar formalitas, melainkan hak eksklusif negara bagi inventor atas invensi teknologi yang memenuhi unsur kebaruan. Melalui pemaparan ini, delegasi STIKES ISFI mendalami prosedur administratif mulai dari penyusunan dokumen spesifikasi hingga tahap pemeriksaan substantif agar proses hilirisasi riset kampus berjalan lebih efektif.
Aspek strategis lainnya dibedah oleh Johani Siregar dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual mengenai Praktik Penelusuran Informasi Paten. Pada sesi ini, perwakilan STIKES ISFI dibekali kemampuan teknis untuk menganalisis basis data paten nasional maupun internasional. Penelusuran ini menjadi instrumen penting bagi peneliti di kampus untuk memetakan perkembangan teknologi terkini, menghindari potensi pelanggaran hak orang lain, sekaligus menemukan celah inovasi baru yang orisinal dan siap dikembangkan lebih lanjut.
Partisipasi aktif STIKES ISFI Banjarmasin dalam forum regional ini mencerminkan komitmen besar institusi untuk tidak hanya berhenti pada tahap publikasi ilmiah, tetapi juga berorientasi pada perlindungan hukum dan komersialisasi produk inovasi. Sinergi antara akademisi dan Kemenkumham Kalsel diharapkan mampu memacu lahirnya inovasi-inovasi farmasi dari tanah Banua yang terlindungi secara hukum.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga menjadi panggung pembuktian kompetensi delegasi STIKES ISFI Banjarmasin. Di akhir sesi, salah satu perwakilan kampus, Muhammad Ma’ruf, M.Farm., berhasil mengukir prestasi dengan meraih penghargaan sebagai peserta dengan nilai tertinggi dan terbaik pada sesi post-test. Capaian ini menjadi bukti bahwa dosen STIKES ISFI tidak hanya aktif berpartisipasi, tetapi juga memiliki pemahaman yang tajam dan komprehensif mengenai regulasi perlindungan paten.
Melalui partisipasi ini, STIKES ISFI Banjarmasin berharap dapat mengoptimalkan hilirisasi riset di bidang farmasi dan teknologi kesehatan. Sinergi antara perguruan tinggi dan Kemenkumham Kalsel ini diharapkan mampu memacu lahirnya inovasi-inovasi baru dari tanah Banua yang terlindungi secara hukum dan siap memberikan dampak ekonomi bagi wilayah.(wps2026)
info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/