Akademik Kegiatan Kampus Pendidikan Profesi Apoteker PSPPA

Hadirkan Pakar dan Klinis Nasional, PSPPA STIKES ISFI Banjarmasin Matangkan Strategi Blok Farmasi Klinis

10 March 2026 | Intan | 229 kali dilihat


Banjarmasin | STIKES ISFI News. Komitmen Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) STIKES ISFI Banjarmasin dalam menghadirkan pendidikan berbasis realitas pelayanan kesehatan kembali dibuktikan melalui agenda strategis pada Senin sore (9/3/2026). Melalui platform virtual Zoom, jajaran pimpinan kampus duduk bersama para praktisi klinis terkemuka Indonesia dalam forum Persamaan Persepsi Mata Kuliah Studi Kasus Pelayanan Kefarmasian atau yang dikenal sebagai Blok Farmasi Klinis. Pertemuan ini menjadi ruang krusial untuk menyelaraskan kurikulum akademik dengan standar pelayanan kefarmasian terkini di berbagai fasilitas kesehatan.

Kualitas diskusi dalam pertemuan ini diperkaya oleh kehadiran empat tokoh praktisi yang memiliki reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Perspektif pelayanan di rumah sakit umum diperkuat oleh apt. Yudi Hardisusilo, M.Clin.Pharm. dari RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh dan pakar farmasi spesialis apt. Drs. Budi Raharjo, Sp.FRS. dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Sementara itu, dimensi pelayanan kesehatan primer diwakili oleh apt. Maria Ulfah, S.Si, M.M., M.I.Kom., yang merupakan Ketua HISFARKESMAS PP IAI sekaligus praktisi Puskesmas Sungai Mesaz. Sisi spesialisasi kesehatan jiwa juga dibedah secara mendalam oleh apt. Dr. Alexxander, S.Farm., M.Sc. dari RSJ Sambang Lihum. Kehadiran para pakar lintas sektor ini memberikan gambaran komprehensif bagi mahasiswa mengenai manajemen terapi obat yang kompleks hingga kebijakan pelayanan kesehatan di tingkat nasional.

Agenda diawali dengan sambutan hangat dari Ketua STIKES ISFI Banjarmasin, apt. Erna Prihandiwati, S.F., M.Farm., yang menekankan bahwa integrasi pengalaman praktisi ke dalam kelas adalah "ruh" dari pendidikan profesi. Beliau berharap mahasiswa dapat menyerap seni pelayanan (art of pharmacy) langsung dari para mentor yang setiap hari bersentuhan dengan pasien. Acara dilanjutkan dengan pemaparan detail dari Ketua Program Studi PSPPA mengenai Capaian Pembelajaran (CP) yang ingin diraih, yang kemudian berkembang menjadi sesi diskusi yang sangat interaktif dan dinamis.

Fokus utama dari Blok Farmasi Klinis ini adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan penyelesaian masalah (problem solving) terhadap problematika terapi obat. Dalam diskusi tersebut, para praktisi memberikan masukan strategis mengenai penyajian studi kasus yang menuntut kemampuan analisis mendalam, komunikasi terapeutik, serta pengambilan keputusan klinis yang tepat sasaran. Melalui sinergi ini, STIKES ISFI memastikan bahwa materi yang diajarkan tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan dunia medis saat ini.

Dengan berakhirnya agenda persamaan persepsi ini, PSPPA STIKES ISFI Banjarmasin semakin siap untuk mencetak lulusan apoteker yang unggul, berintegritas, dan memiliki kompetensi klinis yang mumpuni. Kolaborasi erat antara akademisi dan praktisi nasional ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di berbagai tatanan pelayanan kesehatan Indonesia.(wps2026)

info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/

Berita Lainnya


Briefing Pengawas Lokal Jadi Langkah Strategis STIKES ISFI Banjarmasin Sukseskan Try Out CBT Nasional

22 May 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Organisasi Mahasiswa STIKES ISFI Resmi Dilantik, Siap Hadirkan Program Berdampak

21 May 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

“Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” Jadi Semangat Harkitnas 2026

20 May 2026 | Intan

Baca Selengkapnya