Siapkan PKP Apoteker, STiKES ISFI Sinergikan Akademisi dan Praktisi Industri
28 February 2026 | Intan | 158 kali dilihat
Banjarmasin | STIKES ISFI News. Langkah revolusioner kembali diambil oleh Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) STIKES ISFI Banjarmasin dalam upaya mencetak apoteker yang tidak hanya mahir teori, tetapi juga taktis di lantai produksi. Pada Sabtu (28/2/2026), kampus ini menggelar agenda strategis Persamaan Persepsi Perkuliahan Blok Industri Farmasi, sebuah forum akademik yang menjadi jembatan krusial untuk menyelaraskan kurikulum dengan dinamika industri farmasi modern yang bergerak sangat cepat.
Keseriusan STIKES ISFI dalam menjamin mutu lulusan terlihat dari deretan praktisi industri ternama yang dihadirkan sebagai tenaga pengajar. Diskusi ini diperkaya oleh perspektif operasional dan strategis dari para pakar yang berkecimpung langsung di perusahaan farmasi serta kosmetik terkemuka. Hadir memberikan kontribusi pemikiran di antaranya adalah apt. Nita Kusumaningrum, M.Farm dari PT Dua Naga Kosmetindo, apt. Joko Kawiyanto, MM dari PT Industri Borobudur, serta apt. Robitah Abdel Hamed, M.Farm dari Haleon Indonesia. Melengkapi sinergi ini, hadir pula apt. Wisang Seta Geni, S.Farm selaku Plant Hygienist dari PT Beiersdorf Indonesia. Kehadiran para praktisi ini, yang didampingi langsung oleh pimpinan STIKES ISFI, Ketua Senat, serta apt. Tedi Rustandi, M.Farm selaku Dosen Person in Charge (PiC), memastikan bahwa setiap materi yang disampaikan memiliki bobot aktualitas yang tinggi.
Ketua STIKES ISFI Banjarmasin dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah kunci untuk membedah standar tinggi dunia industri, seperti penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), Pharmaceutical Quality System, hingga manajemen risiko. Beliau menekankan bahwa dunia industri menuntut ketelitian dan kepatuhan standar internasional, sehingga melalui sinergi ini, institusi memastikan mahasiswa tidak hanya belajar apa yang tertulis di buku, tetapi memahami bagaimana pengambilan keputusan dilakukan di tengah kompleksitas produksi yang nyata.
Dalam sesi pemaparan yang komprehensif, Koordinator PSPPA mengupas tuntas desain pembelajaran Blok Industri yang kini lebih adaptif dan berorientasi pada penguatan kompetensi teknis maupun manajerial. Diskusi berlangsung sangat dinamis saat keempat praktisi secara aktif memberikan masukan strategis, terutama mengenai pentingnya penguatan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan pemecahan masalah (problem solving) bagi mahasiswa. Mereka mendorong integrasi studi kasus riil dari pabrik ke dalam ruang kelas agar mahasiswa terbiasa menghadapi tantangan sistem mutu, pengembangan produk, hingga regulasi industri yang ketat sejak dini.
Melalui kegiatan ini, STIKES ISFI Banjarmasin kembali mempertegas posisinya sebagai institusi yang responsif terhadap kebutuhan pasar kerja nasional maupun global. Sinergi yang kuat antara akademisi dan praktisi industri ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan apoteker yang kompeten secara teknis, profesional, berintegritas, serta siap menjadi motor penggerak dalam sistem industri farmasi yang semakin kompetitif.(wps2026)
info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/