Tuntaskan Misi Kemanusiaan: Mahasiswa KKN STIKES ISFI Banjarmasin Resmi Akhiri Masa Pengabdian di Jejangkit
15 February 2026 | Intan | 221 kali dilihat
Kabupaten Barito Kuala | STIKES ISFI News. Dedikasi dan semangat pengabdian masyarakat mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, akhirnya mencapai puncaknya. Pada Jumat, 13 Februari 2026, pihak kampus secara resmi melaksanakan kegiatan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) setelah hampir tiga pekan bersinergi dengan warga setempat sejak akhir Januari lalu.
Sebanyak 47 mahasiswa dari Program Studi S1 Farmasi Klinis dan Komunitas telah tersebar di empat desa strategis, yakni Desa Cahaya Baru, Sampurna, Jejangkit Muara, dan Jejangkit Pasar. Selama masa KKN, mereka berperan aktif sebagai garda depan edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, membuktikan bahwa kompetensi farmasi dapat diimplementasikan secara nyata dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kegiatan penarikan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan institusi, termasuk Wakil Ketua I Riza Alfian, Wakil Ketua II Dwi Rizki Febrianti, dan Ketua Prodi S1 Noor Aisyah, beserta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Riza Alfian menegaskan bahwa KKN adalah laboratorium kehidupan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kompetensi klinis mereka di tengah realitas sosial.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas di kelas, tapi juga sigap di masyarakat. Kami juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pemerintah kecamatan dan desa untuk kerja sama berkelanjutan dengan STIKES ISFI Banjarmasin di masa depan," ungkapnya.
Momen mengharukan terasa saat Pelaksana Tugas Camat Jejangkit, Hardian, memberikan sambutannya. Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para mahasiswa yang tetap bertahan dan membantu warga meskipun wilayah Jejangkit sempat dilanda bencana banjir yang cukup besar selama masa KKN berlangsung.
"Kami sangat berterima kasih atas dedikasi mahasiswa yang tetap semangat membantu memajukan desa di tengah keterbatasan akibat kondisi banjir. Kehadiran mereka memberikan dampak positif bagi masyarakat kami," ujar Hardian.
Acara penarikan ini turut disaksikan oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Kapolsubsektor, Danposramil, Kepala Puskesmas Jejangkit, hingga para Pembakal (Kepala Desa) dari empat desa lokasi KKN. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini mempertegas keberhasilan koordinasi antara pihak akademisi dan perangkat daerah.
Melalui pengalaman di Kecamatan Jejangkit, para mahasiswa diharapkan pulang membawa bekal berharga berupa kepekaan sosial dan kematangan profesional. Penarikan ini bukan sekadar akhir dari sebuah tugas akademik, melainkan awal dari komitmen STIKES ISFI Banjarmasin untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan tangguh.(wps2026)
info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/