Pengabdian Masyarakat Penarikan KKN KKN 2026

Satu Bulan Menyelami Kehidupan Desa, Mahasiswa KKN Tatah Makmur Tuntaskan Misi di Lima Desa

13 February 2026 | Intan | 219 kali dilihat


Kabupaten Banjar | STIKES ISFI News. STIKES ISFI Banjarmasin resmi menarik 47 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari lima desa di Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, Rabu (12/2/2026). Kegiatan penarikan dilaksanakan di Aula Kecamatan Tatah Makmur dan dihadiri jajaran pimpinan kampus, aparat kecamatan, perangkat desa, serta mahasiswa peserta KKN.

Penarikan ini menjadi penutup rangkaian pengabdian masyarakat yang telah berlangsung sejak 20 Januari 2026. Semula, penarikan direncanakan pada 14 Februari 2026. Namun, berdasarkan hasil koordinasi dan diskusi bersama pihak kecamatan dan aparat desa, jadwal dimajukan dua hari lebih awal.

Ketua STIKES ISFI Banjarmasin, apt. Erna Prihandiwati, S.F., M.Farm., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kecamatan Tatah Makmur selama ini telah menjadi wilayah pengabdian rutin bagi mahasiswa setiap tahunnya.

Setiap tahun Kecamatan Tatah Makmur selalu menjadi lahan adik-adik untuk melakukan pengabdian di lingkungan masyarakat. Program KKN ini adalah salah satu wujud implementasi pengabdian masyarakat oleh mahasiswa, tentu dengan monitoring dari dosen pembimbing dan perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa 47 mahasiswa ditempatkan di lima desa selama kurang lebih satu bulan. Meski jadwal penarikan dimajukan, ia berharap hal tersebut tidak mengurangi makna dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan mahasiswa di lapangan.

Pelepasan dilakukan tanggal 20 Januari, dan rencana awal penarikan 14 Februari. Namun setelah diskusi dengan aparat desa dan kecamatan, akhirnya dimajukan menjadi 12 Februari 2026. Mudah-mudahan maju dua hari ini tidak mengurangi makna dari kegiatan adik-adik semua,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Kecamatan Tatah Makmur, M. Kaspul Anwar, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN di wilayahnya. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

Terima kasih atas kehadiran program KKN ini di Kecamatan Tatah Makmur. Mungkin sudah hampir tiga tahun berjalan, dan kami berharap ke depan generasi berikutnya bisa kembali melaksanakan KKN di sini,” katanya.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami dinamika kehidupan sosial di pedesaan.

Adik-adik bisa menimba ilmu bagaimana bermasyarakat di pedesaan dengan berbagai kompleksitas dan keragaman budaya. Nanti ketika sudah memasuki dunia kerja dan berada di mana pun, bisa menyesuaikan diri dengan keadaan masyarakat,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa meski pelaksanaan KKN berlangsung sekitar satu bulan, dampaknya dinilai cukup terasa di tengah masyarakat.

Saya yakin dengan adanya kunjungan-kunjungan adik-adik ke desa kami, bisa memberikan dan menularkan pengetahuan yang didapatkan di bangku kuliah kepada masyarakat,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, apt. Anshar Timur Samudra, S.Farm., M.Farm., selaku Seksi Transportasi dan Logistik mewakili Ketua Pelaksana apt. Tedi Rustandi, M.Farm., berharap kegiatan KKN yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

Semoga KKN yang sudah dilaksanakan di Kecamatan Tatah Makmur dapat bermanfaat untuk masyarakat di sekitar. Ilmu-ilmu yang didapat oleh mahasiswa bisa digunakan sepenuhnya untuk masyarakat dan juga berguna untuk mahasiswa itu sendiri,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari perwakilan Desa Tatah Layap. Busiri Yadi selaku Kepala Lingkungan yang mewakili kepala desa menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa, khususnya dalam memberikan edukasi seputar kesehatan dan obat-obatan.

Saya ucapkan terima kasih kepada mahasiswa-mahasiswi dari STIKES ISFI Banjarmasin. Mereka sangat berkontribusi di Desa Tatah Layap, terutama memberikan pengetahuan tentang obat-obatan dan banyak hal yang sebelumnya tidak diketahui masyarakat,” katanya.

Ia mengakui bahwa masyarakat desa masih memiliki keterbatasan pengetahuan di bidang farmasi, sehingga kehadiran mahasiswa menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman warga.

Maklum kami orang desa, pengetahuan tentang farmasi masih kurang. Dengan adanya program ini, masyarakat mendapatkan banyak pengetahuan baru,” tambahnya.

Ia pun berharap hubungan silaturahmi antara STIKES ISFI Banjarmasin dan Desa Tatah Layap tetap terjalin serta program KKN dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang.

Harapan kami semoga tetap terjalin hubungan silaturahimnya dan ke depan bisa KKN lagi di angkatan berikutnya,” pungkasnya.

Program KKN merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami kondisi riil masyarakat, membangun komunikasi sosial, serta berkontribusi langsung terhadap kebutuhan lokal.

Dengan berakhirnya program KKN 2026 di Kecamatan Tatah Makmur, STIKES ISFI Banjarmasin berharap sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah terus terjalin. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan program-program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi masyarakat sekaligus membentuk lulusan yang adaptif, kompeten, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.(intn2026)

info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/


Berita Lainnya


STIKES ISFI Banjarmasin Perkuat Soft Skill Peneliti Muda melalui workshop laboratorium

13 March 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Perkuat Nilai Spiritual di Bulan Suci, Civitas STIKES ISFI Banjarmasin gelar Tausiyah Rutin

12 March 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Berbagi Kebahagiaan Menuju Kemenangan: STIKES ISFI Banjarmasin Salurkan THR dan Hampers bagi Seluruh Civitas Akademika

12 March 2026 | Intan

Baca Selengkapnya