Kegiatan Dosen

PELATIHAN PEMANFAATAN HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT YANG BERPOTENSI PATEN

04 September 2018 | Muhammad Amin | 1.018 kali dilihat


WhatsApp Image 2018-09-04 at 15.55.30pp Peran Perguruan Tinggi dibagi menjadi tiga generasi perguruan tinggi. Generasi pertama perguruan tinggi disebut sebagai perguruan tinggi pengajaran (teaching university) yang murni berperan mengajarkan ilmu pengetahuan. Selanjutnya perguruan tinggi berkembang menjadi generasi kedua yaitu perguruan tinggi riset (research university). Pada generasi ini, perguruan tinggi tidak hanya mentransfer pengetahuan yang sudah dimiliki tetapi juga ada proses pengembangan Ilmu Pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS), dimana publikasi-publikasi ilmiah menjadi target capaian. Adapun generasi ketiga perguruan tinggi adalah technopreneur university. Generasi ketiga tersebut tidak hanya mengajarkan  dan mengembangkan IPTEKS tetapi juga harus berperan aktif menghasilkan pengembangan IPTEKS sampai menjadi solusi nyata untuk menjawab permasalahan ekonomi, kemanusiaan dan permasalahan-permasalah yang terjadi pada masyarakat. Dalam rangka mewujudkan peran perguruan tinggi tersebut, maka Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan c.q. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual mengundang beberapa Perguruan Tinggi yang terpilih yang ada di Indonesia untuk mengikuti pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang berpotensi paten. Menjadi suatu kebanggaan besar Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin termasuk dalam daftar perguruan tinggi yang terpilih untuk mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan pelatihan ini diikuti selama 3 hari (29 – 31 Agustus 2018) di Hotel Golden Tulip Essential Tangerang. Pemilihan ini berdasarkan hasil seleksi dari program Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat oleh Tim Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual. Judul penelitian yang terpilih dari seleksi tersebut adalah Uji Aktivitas Antihiperurisemia ekstrak Etanol Semut Jepang (Tenebrio Sp) pada Tikus Putih Jantan Galur Sprague-Dawley yang Diinduksi Kalium Oksonat dengan ketua peneliti adalah Ratih Pratiwi Sari, S.Farm., M.Sc., Apt dan dua orang anggota peneliti yang terdiri dari Novia Ariani, M.Farm., Apt dan Dwi Rizki Febrianti, M.Farm., Apt. Penelitian tersebut adalah penelitian yang diajukan oleh Tim Dosen Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin ke simlitabmas dan didanai oleh Kemenristek DIKTI pada tahun 2017. Pada pelatihan ini, peserta diminta untuk menyiapkan draft paten yang direview langsung oleh fasilitator yang berkompeten di bidangnya. Salah satu fasilitator dalam acara ini adalah Bapak Ahmad Marzuki, S.Si., Ph. D. (Dosen Prodi Fisika FMIPA UNS). Dari pelatihan ini, dosen diharapkan dapat meningkatkan mutu penelitian, sehingga dapat mengusulkan HKInya. (Ratih Pratiwi Sari, S.Farm., M.Sc., Apt)  

Berita Lainnya


Dari Teori ke Praktik, Dosen dan Laboran STIKES ISFI Mulai Menyusun Dokumen K3

17 April 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Pengumuman Kelulusan Tes Seleksi Akademik Profesi Apoteker Angkatan II STIKES ISFI Banjarmasin Tahun Akademik 2025/2026

16 April 2026 | Intan

Baca Selengkapnya

Perkuat Implementasi K3, STIKES ISFI Banjarmasin Libatkan 22 Dosen dan 4 Laboran dalam Workshop Intensif

16 April 2026 | Intan

Baca Selengkapnya